Monday, July 27, 2015

Getting Married!

Medan, 27 Juli 2015
dengan suasana hati yang bercampur aduk, akhirnya saya mulai menulis lagi....

What Happens to Your Credit When You Get Married?

Rencana pernikahan
Tidak perlu menceritakan panjang lebar, tetapi intinya adalah saya sudah menemukan jodoh saya yang insya Allah untuk selama-lamanya..

3 tahun 4 bulan adalah waktu ketika kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan ketahap yang lebih serius lagi. Kematangan hati dan ekonomi adalah landasan kami untuk menikah.

Tidak sulit untuk mengetahui bahwa "he's the one". Dengan pengalaman selama 3 tahun bersama, segala kesamaan dan kekurangan telah membuat kami menjadi bagian dari satu sama lain. Saya bersyukur dengan adanya campur tangan Tuhan dalam menunjukkan bahwa memang dialah orangnya. Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang saya miliki, Adi melengkapinya menjadi sempurna... Itulah yang membuat saya yakin.

Pada awalnya memang canggung untuk melibatkan keluarga dalam hal ini, tetapi memang itulah tahap awal yang harus kami lewati untuk menikah. Perasaan deg-deg an mulai muncul! Rasanya seperti akan menghadapi ujian statistik yang menjelimeeettt!! Padahal Adi yang akan memulai pembicaraan dengan Ayah saya.. hihi. Setelah kami berdua saling dorong untuk memanggil papa, tiba-tiba papa muncul dan juga terkejut melihat kami berdiri di depan pintu. Hahahahhaa, Got cha! Ternyata melakukan pembicaraan untuk menikah dengan papa tidak sesulit yang kami pikirkan. Ada beberapa pertanyaan serius yang harus dijawab Adi memang (mengingat papa akan menyerahkan tanggung jawab atas saya kepada Adi) tetapi semua berjalan dengan lancar...Alhamdulillah... satu tahap terlewati. Saatnya giliran saya yang diminta Adi untuk berbicara dengan Ibu nya. WOW!! Seorang rena, membicarakan pernikahan??!! Please gimme some exercises in math! Akhirnya datanglah kami ke rumah Adi.. Sebelumnya Adi sudah memberitahu Ibunya bahwa saya akan datang membicarakan tentang pernikahan, tetapi tetap saja seperti brrrrr...hahahha. Pembicaraan saya dengan Ibu Adi diwarnai dengan suasana haru. Tidak seperti Adi yang melakukan pembicaraan yang tegas dengan papa, saya malah mendapatkan suasana yang mengharukan dengan Ibu Adi.. Antara sedih dan bahagia untuk melepaskan anak laki-laki terakhir yang harus meninggalkannya setelah menikah dengan saya... Setelah mendapat wejangan-wejangan, maka dengan ikhlas Ibu Adi mengizinkan kami untuk menikah....


Get a Marriage License (USA) Step 7.jpg

Akhirnya kami sudah mengantongi restu dari orang tua kami. Saatnya merencanakan pernikahan dan membangun rumah....... Saya akan berbagi suka duka keduanya di postingan selanjutnya.. ;)